Jumat, 24 Juli 2020

Setitik Cahaya, Sejuta Harapan.




Dulu,,, 
Aku pernah menatap langit yg gelap... 
Pekat dan membayang... 
Awannya selalu mengikuti langkahku.. 
Seperti hantu!!! 
Iya tak lelah membangkitkan rasa takutku.. 
Aku pergi,  namun dia ikuti.. 
Aku lari,  namun ia lebih gesit.. 
Aku lelah,,  dan rasanya ingin menyerah.. 
Aku memilih untuk tenggelam di dalamnya.. 
Mencoba bersembunyi di balik gelap dan terhanyut bersamanya.. 
Namun semua tak berlangsung lama.. 
Setitik cahaya memberiku harapan.. 
Meski harus berlari lebih kuat,, 
Berpikir lebih cerdik,  menahan luka yg lebih sakit,  ketika kaki harus tersandung dan jatuh kembali.. 
Namun semua tidak sia2.. 
Iman menyelamatkanku..  Setitik cahaya itu membawaku keluar dari awan gelap.. 
Secara perlahan tapi pasti dia mulai berikan cahaya besar,  semakin besar,  sampai akhirnya kudapati,  seluruh diriku terang dan bersinar oleh cahayaNya.. 
Terimakasih Cahaya,  terimakasih harapan :)

Perjalanan menjemput Vicar ke Siantar,  1-2-2017

Kamis, 23 Juli 2020

Majulah. Jika sulit, maka bertahan. Bukan Mundur!!

Pertama, mereka mengabaikan anda. Kemudian, mereka tertawa pada anda. Berikutnya, mereka melawan anda. Lalu, anda menang, kata Mahatma Gandhi.

Apapun yang terjadi, jangan pernah mundur. Sudah menjadi sebuah rahasia umum jika rencana besar pasti dikelilingi tantangan. Jangan sekalipun melangkah mundur. Melangkah mundur berarti anda kalah dan gagal.
Yakinlah dan majulah karena itulah sifat pemenang. Pemenang tak pernah mundur dari medan perang walaupun lawannya mustahil untuk dikalahkan. Simpanlah kata kata motivasi untuk diri sendiri dan bertekadlah untuk maju!

1 langkah maju kakimu membuatmu selangkah lebih dekat ke masa depanmu.
1 langkah mundur kakimu, membuatmu selangkah lebih jauh untuk sesuatu yg ingin kau raih. Jarak itu, pilihan kita yang menentukan. :)

Majulah. Jika sulit, maka bertahan.
Bukan mundur!


Selasa, 21 Juli 2020

Happy Inside Beautiful Outside

Kebahagiaan =)

Margaret, istri John Maxwell (seorang motivator terkenal) menjadi pembicara di seminar tentang “kebahagian”. Maxwell, sang suami duduk mendengarkan di bangku paling depan. Selesai ceramah, pada sessi tanya jawab, seorang ibu mengancungkan tangannya dan bertanya, “Ibu Margaret, apakah suami anda membuat anda bahagia?” Margaret tampak terdiam sejenak dan kemudian menjawab, “Tidak”. Seluruh hadirin terkejut. “John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia”. Hadirin melihat ke suaminya. Maxwell juga menoleh mencari-cari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar. Kemudian Margaret melanjutkan, “John Maxwell suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi dan mabuk. Ia seorang suami yang setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia”. Seorang yang hadir bertanya, “Mengapa?” Jawabnya, “Karena tidak seorangpun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagianku selain diriku sendiri”. Margaret menjelaskan, “Tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia, baik pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Yang bisa membuatmu bahagia adalah dirimu sendiri. Kamulah yang bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu selalu bersyukur, tidak punya perasaan minder, tidak negatif thinking, selalu berpikiran positif, percaya diri, selalu berbuat baik kepada semua orang, tidak punya musuh kamu akan bahagia. Pola pikir kitalah yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak. Bukan faktor luar. Bahagia tidaknya kita tidak ditentukan seberapa kaya diri kita, cantik atau ganteng pasangan kita, atau sesukses apakah dirimu. Bahagia adalah keputusan dari kita, kita sendiri yang menentukannya dan kita tidak boleh tergantung kepada orang lain”.